Archive for December 2006

Pulaaaaang …. :)

Insya Alloh besok pagi, aku akan pulang ke kampung halaman dalam rangka Holiday after Exam. Rindu pada istri, ibu, mertua, dan segala sesuatu yang berbau “Jogja”. Kangen sama empek2 Jl. Kaliurang, sama lotek di per4an Kentungan, soto Pak Man dekat Galeria, dan yang paling penting makanannya yang murah (sambil ngebandingin harga sepiring nasi di sini yang minim 2 dolar ..he..he.. :) ).

Semoga dimudahkan Allah SWT selama perjalanan kembali ke Tanah Air tercinta … Amiin ..

Ke Jogjakarta ku, kan kembali ……

menjaga sebuah kepercayaan

Saya yakin, Rasulullah SAW merasa sedih dengan apa yang dilakukan oleh Hatib bin Abi Baltha’ah, ketika menjelang penaklukan kota Mekkah. Saat itu, para sahabat yang diberikan informasi oleh Nabi SAW mengenai futuh mekkah sangatlah sedikit. Bahkan semula, Abu Bakar ra. pun tidak tahu. Sebagian besar para sahabat hanya mengetahui mereka akan pergi berhaji.

Saat itu, Hatib yang telah mendengar informasi bahwa akan ada penaklukan kota Mekkah, segera membuat surat yang akan dikirimkan ke sanak saudaranya yang masih musyrik yang ada di Mekkah, untuk memberi warning kepada mereka, bahwa akan ada penaklukan. Surat itu kemudian dibawa oleh budak perempuannya dengan cara diikat di rambut kepalanya.

Atas izin Allah SWT, Rasul SAW mendapat informasi ini, dan dengan segera mengutus Ali bin Abi Thalib ra. untuk mencegat budak perempuan tersebut. Bisa kita bayangkan apabila surat itu sampai ke Mekkah, tentu saja informasi akan terbongkar, dan boleh jadi akan menambah rumit keadaan, tapi Allah SWT telah berkehendak. Informasi tetap aman.

Lalu bagaimana dengan Hatib? Umar bin Khattab ra. saat itu mengatakan Hatib telah menjadi munafik dan akan dibunuh. Akan tetapi, Hatib bin Abi Baltha’ah adalah salah satu pahlawan Badar, sehingga karena secara jelas di dalam Alquran Allah SWT telah mengampuni ahlul badar, maka memang Rasulullah SAW tidak menghukumnya. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana seharusnya kita menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Jangan sampai Al hawaa merusaknya.

Wallahu a’lam

Izinkan hambaMu

Rabb, hambaMu adalah hamba yang lemah …
Rabb, betapa aku sangat merindukan melihat wajahMu …
Rabb, rindu nian diri ini untuk dapat mengunjungiMu …

Rabb, mudahkanlah hambaMu untuk berkunjung dan datang ke rumahMu …

_______________ Kapan ya aku bisa sampai kesana ??? ______________

Switch to our mobile site