Hadits-hadits berkaitan dengan puasa ? (4)

afwan, baru bisa posting malam-malam, setidaknya insya Alloh masih dapat memenuhi janji tiap hari untuk isi posting tentang hadits berkaitan dengan puasa selama ramadhan, walaupun ini dah menjelang tengah malam :D.

Sekali lagi, referensi ku dari Kitab Minhaajul Muslim, karya Syaikh Abu Bakar al Jazairi, terjemahannya udah beredar di Indonesia dengan judul Ensiklopedi Islam.

Menginjak hadits yang ke empat, telah berkata Nabi SAW:

??????? ????? , ??????? ??? ?????? , ?????? ??? ????? ??????? ??? ?????, ??? ?????? ??????? (???? ?????? ?? ???????)?

(antara) Sholat yang lima waktu, dan (sholat) Jum’at ke Jum’at (berikutnya), dan (puasa) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya), akan menghapuskan dosa-dosa di antaranya, selama menjauhi Al Kabaair (HR Muslim dalam Bab Thaharoh)

Sebelum beranjak ke komentar, setahu saya (CMIIW) ketika ngaji hadits dulu, Imam Muslim tidak pernah menuliskan hadits yang sama di tempat yang berbeda (different chapter gitu loh !), berbeda dengan Imam Bukhari yang kadang mencantumkan hadits yang sama di tempat yang berbeda (karena hadits yang sama dipake untuk topik yang berbeda). Sehingga dalam hadits di atas, dikatakan, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Bab Thoharoh. Sehingga kalau merujuk ke kitab sahih muslim, jangan cari hadits ini selain di bab masalah thoharoh.

OK, next, hadits ini menjelaskan betapa murahnya Alloh SWT memberi ampunan kepada hambaNya. Antara sholat lima waktu, jum’at dengan jum’at, romadhon dengan romadhon, ternyata dosa kita dihapuskan / didelete gitu, tanpa kita sadari. Jadi sebenarnya kegiatan rutin yang kita lakukan ternyata berimbas kepada pengampunan Alloh SWT atas dosa-dosa yang kita lakukan. Kebayang enaknya kan? Prosesnya otomatis lagi seiring sejalan dengan amal kebaikan yang kita lakukan.

Sebenarnya kalau dikaji lebih dalam lagi, kita bisa buka dalam hadits arbain an nawawiyah, bahwasanya proses memberi pahala ternyata lebih mudah dan tidak njlimet dibanding proses mencatat kesalahan/dosa. Perhatikan : jika seseorang berniat jahat, dia belumlah dicatat melakukan satu kejahatan, catatan baru akan diberikan ketika kejahatannya dilakukan, jika dia membatalkan niat jahat tadi, dirinya beroleh satu kebaikan; kemudian jika seseorang berniat kebaikan, sudah dicatat baginya satu kebaikan, dan jika dilakukan, maka kebaikan itu akan dilipat gandakan 10 sampai 700 kali lipat. So easy right?

Catatan kedua adalah eksepsi. Hadits ini memuat sebuah pengecualian, yakni selama tidak melakukan Al Kabaair. Apa itu Al Kabaair? Imam Adh Dhahabi menjelaskan bahwa ada 70 macam jenis dosa besar. Dulu ketika aku ngaji masalah Al Kabaair ini, penjelasan dari Ust. Tulus Musthafa, Lc., M.Ag banyak, tapi setelah kucari di internet ketemu referensinya di sini.

Eksepsi ini harus betul-betul kita perhatikan, sehingga apa-apa yang kita lakukan betul-betul memberi kemanfaatan. Jangan sampai kita melakukan salah satu dari Al Kabaair tadi, agar kita betul-betul otomatis diampuni oleh Alloh SWT.

Wallahu A’lam …
- Akhukum fillah, M. Andri Setiawan -

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site