Hadits-hadits berkaitan dengan puasa ? (3)

Menginjak ke hadits yang ketiga dari kumpulan hadits yang termaktub dalam kitab Minhaajul Muslim,

???? ? ? ?? ????????? ??? ???? ???? ????? (???? ???? ??)?

Berkata (Nabi) Salallahu ‘Alaihi Wa Salam, Sesungguhnya orang yang berpuasa, ketika berbuka, do’anya tidak akan tertolak.(HR. Al Hakim)

Alhamdulillah, nikmat sekali rasanya, sudah enak karena menikmati makanan yang telah tersedia semakin nikmat pula karena waktu berbuka adalah waktu mustajab untuk melantunkan do’a.

Inilah kenikmatan yang sangat luar biasa yang telah diberikan oleh Alloh SWT. Orang betul-betul merasakan nikmatnya makanan setelah seharian mereka berpuasa, berlapar dahaga, udah gitu dapat bonus lagi. Subhanalloh.

Berdoa adalah bagian penting dalam puasa. Coba kita perhatikan, dalam ayat-ayat puasa yang telah dijelaskan dalam Alquran (ayo buka lagi Alquran-nya bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak, adek-adek sekalian), ternyata ada satu ayat yang “nyempil”, topiknya berbeda. Setelah dijelaskan kewajiban puasa, kemudahan puasa bagi yang sulit melakukan, kapan masanya, nah sebelum penjelasan mengenai bolehnya berhubungan suami-istri di malam-malam Romadhon, ada satu ayat yang berbeda topik.

Ayat ini menjelaskan tentang eksistensi Alloh SWT, yang artinya:

Dan apabila ada hambaKu yang bertanya tentangKu, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan do’a orang-orang yang memohon (berdo’a) kepadaku. Maka penuhilah perintahKu dan berimanlah kepadaKu, sehingga kalian menjadi orang-orang yang diberi petunjuk (orang yang lurus).

Ayat tersebut, bukan hadir tanpa makna, di tengah-tengah “gelombang” ayat puasa, ayat ini pun sebenarnya masih merupakan bagian dari puasa. Yang artinya, kita diminta memaksimalkan aktivitas dalam berpuasa kita, salah satunya adalah dengan berdoa.
Do’a ternyata juga menjadi aktivitas pokok seorang mu’min ketika dia berpuasa.

Alloh tentu saja hanya akan mengabulkan permohonan seseorang, kalau mereka memohon. Lha bagaimana keinginannya akan terkabul? Memohon saja tidak pernah.
Sesungguhnya memohon dengan berdo’a adalah bukti bahwa kita adalah hambaNya yang lemah, yang tidak bisa berbuat apa pun tanpa izin dariNya. Hanya, di dalam ayat itu juga dijelaskan, agar do’a terkabul, salah satunya adalah memenuhi perintahNya dan beriman padaNya.

Karena itu, marilah kita mulai memperbanyak do’a kita di saat-saat kita berbuka. Karena justru sebagian besar orang lupa akan berdo’a saat berbuka puasa, karena telah di’lalai‘kan dengan banyaknya makanan yang ada.

Menjelang berbuka, duduk di depan meja, menatap makanan yang tersedia …

Kolang-kaling – kolak pisanges buah, begitu banyak lauk lainnya …
Pintu diketuk, disangka bunyi beduk, makanan langsung aja diseruduk …
Perut pun kembung, pikiran melembung, waktu sholat raka’at lupa hitung …

Jangan gitu dong, jangan begitu kalau kamu beribadah puasa …
Lapar dahaga, dibalas dendam, makan jadi sia-sia……

Wallahu A’lam

– Akhukum Fillah, M. Andri Setiawan –

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site