Archive for October 2006

Antara 2 Cinta

Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap
Baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir
Panas yang membahang disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidakku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu kuharap tumbuh
Dibajai bangkai dunia yang kubunuh

Menangis?diri ini, ketidaksanggupan diri menggapai cinta tertinggi, ampuni hambaMu ini.

__________________ Another Episode ____________________

Malam ini, setelah ifthar di Al Falah, Orchard, sedih, imam dari Trengganu Malaysia yang memimpin sholat, dengan bacaan yang sangat bagus (sueerrr….bacaan suaranya mirip 90% dengan Syaikh Syuraim Masjidil Haram) yang sayangnya tidak dapuat kuikuti dengan baik, hu..hu…, karena badan yang tidak bisa diajak kompromi, bahkan saat sholat aku sempat limbung hampir jatuh, aku hanya bisa mendengarkan, terlebih ketika do’a qunut dibacakan saat witir, seorang kawan yang membersamaiku tidak bisa berkata banyak, kecuali, Sungguh, inilah do’a terbaik yang diucapkan, membuat saya merasakan tarawih yang luar biasa….

Aku akan datang lagi masjid Al Falah, kuingin ikut mengamini do’a qunut yang terlantun di raka’at terakhir sholat witir, Insya Alloh…

I Know That You Are Watching Me !

Feel safe ketika baru berinternet? Merasa aman ketika bermain Internet karena anda menggunakan wireless? Segera lupakan saja! Internet Tapping sebenarnya teknologi yang sudah cukup lama. Tapi orang-orang masih belum ngeh betul dengan teknologi ini.

Dengan Internet Tapping, maka semua aktifitas kita akan dimonitoring, tentu oleh pihak yang memiliki authorisasi, seperti jika dalam sebuah perusahaan ada akses Internet, admin tentu saja bisa melihat semua aktifitas. Seperti juga saya yang jadi admin jaringan, saya juga bisa melihat aktivitas yang dilakukan oleh user. Seperti posting saya beberapa waktu lalu, ketika ada user yang melanggar aturan perinternetan, ya langsung saya ban, saya blok aktivitas internet dia. Walhasil, aksesnya langsung semaput kalau boleh dibilang :)

Hanya saja, Internet Tapping yang terjadi saat ini sebenarnya lebih ngeri lagi. Kalau orang seperti saya, paling banter hanya melihat-lihat apa yang terjadi, apa yang diakses, dll, tapi kejadian seperti tertulis disini dan konon katanya juga terjadi disini, adalah dengan melihat semua konten yang kita kirimkan, kita baca, kita download, dll. Seorang kawan yang bekerja di perusahaan IT Security di Singapura sini cerita, bahwa perusahaannya bisa bikin alat yang bisa mengarsip semua email yang lalu lalang, lengkap dengan attachmentnya. Termasuk semua chattingan kita, baik Yahoo! Messenger, Google Talk, MSN, siapa chatting dengan siapa, data2 semua diTAP dengan baik. Bahkan kalau kita ganti port number sekalipun, informasi itu akan dapat ditap dengan mudah. How? ngeri sekali kan, tidak ada lagi yang bersifat privasi dan rahasia. Rahasia kita, adalah rahasia pihak yang berkuasa juga.

Jadi barang siapa yang berusaha menjelek-jelekkan orang/lembaga apalagi lembaga diktator dan tiran, tinggal tunggu waktu saja sampai dia akan ditangkap. Inilah juga yang setahuku ditentang habis oleh EFF. Privasi kita sekarang ini boleh dikatakan tidak ada! Ya, betul sekali, tidak ada! karena pihak yang berkuasa memang mampu melakukannya. Maka tidak heran, kalau di sini sering sekali dilakukan penangkapan orang-orang yang download content-content yang dianggap ilegal, seperti MP3, film, dkk. Barusan pekan kemaren 10 orang ditangkap, gara-gara maen-maen aplikasi P2P seperti BitTorrent dkk untuk download content-content itu. Dan possible sekali terjadi di negara seperti ini.

So, bagaimana? Adakah solusi ? Dibilang solusi juga bukan, tapi setidaknya mampu mengamankan aktivitas kita.

  1. Selalu log out dari semua web yang minta login, karena setiap login, cookie akan ditanam di komputer kita, kalau kita ndak log out, bisa-bisa cookie akan ikut tertransmisi, misal: anda login ke Yahoo! Mail, tapi ndak log out, cookienya masih ada tuh di komputer, ketika kita pake layanan yang bekerja sama dengan Yahoo, maka cookienya biasanya ikutan “terbang” kesana, traceback yang mudah bagi admin.
  2. Kalau sanggup, gunakan enkripsi ketika berkirim data, enkripsi ini tidak berarti terus aman gitu, tapi setidaknya memperlambat “pelaku tapping” menganalisa data.
  3. Berdo’a saat berInternet, semoga pas saya Internetan, adminnya baru bobok :)

Piring Kaca, riwayatmu kini

Jujur, semenjak tinggal di Singapura, ada hal yang hilang yang biasa kudapatkan sehari-hari di Indonesia. Piring Kaca! Ya, piring kaca! jangan tertawa dulu sodara-sodara, piring kaca memang hal yang aneh yang bisa ditemui di sini. Yang namanya piring, at least selama ini yang kulihat, adalah piring melamin, lebih mengerikan (hiks…padahal setiap makan di kantin kampus selalu pake ini) adalah piring styrofoam. Sendok dari plastik, garpu juga, gelas…apalagi, pokoknya makanan sehari-hari bakal disuguhkan pake piring jenis ini.

Sulit sekali menemukan tempat makan yang ngasih piring kaca, gelas kaca apalagi. Kalau bisa sekali pakai terus buang, kenapa harus sibuk-sibuk kasih piring kaca? Waktu restoran mungkin akan terbuang kalau harus mencuci piring, mending buang aja ke tempat sampah selesai.

Tapi alhamdulillah, KBRI Singapura betul-betul berbaik hati, setelah 17an dulu kukira bakal makan dengan piring kaca yang ndak tahunya juga piring GABUS, buka bersama tadi sore, kita disuguh makan pake PIRING KACA, dan makanan yang berasa Indonesia sekali. Seneng rasanya, ketemu sama orang-orang Indonesia kaya Pak Isdiyono (guru Sekolah Indonesia Singapura/SIS) yang sama-sama dari Jogja dulu guru SMA 8, terus ada pak Giri yang di Bank Indonesia, pak Yudi dari Infonet, rame deh.

Yang jelas, kangen sama Piring Kaca sedikit terobati. Gak kebayang deh, piring kaca kok ya bisa-bisanya dikangeni. Hue..hue.. :)

Bahkan bulan pun enggan menyapa

Hari sabtu ini, sepulang dari Tarawih di Blok 842 Jurong West, rame-rame jalan sama rekan-rekan NTU, kita dikejutkan (emang bener terkejut? atau sudah diperkirakan sebelumnya nih :) ) dengan asap yang lumayan pekat. Jalanan penuh dengan asap, jarak pandang jauh berkurang. Lampu-lampu yang menyinari jalanan memperlihatkan betapa tebalnya asap yang ada. Setelah Malaysia dihajar, akhirnya Singapura pun takluk …

Hari ini sebenarnya bulan purnama, tapi karena asap yang begitu tebal, akhirnya bulan pun enggan menyapa … hanya samar-samar dan kabur yang terlihat oleh kita, padahal sehari sebelumnya, cahayanya terang benderang menerpa malam-malam ramadhan kini.

Terima kasih Indonesia, akhirnya asapmu nyasar juga ke sini (sedih atau gembira nih ?? )

Afwan, hari ini tidak ada posting hadits

Karena agenda saya hari ini (agak) penuh, posting hadits untuk hari ini libur dulu. Insya Alloh besok saya lanjutkan kembali.

Selamat berpuasa dan beribadah lebih giat di ramadhan !

Hadits-hadits berkaitan dengan puasa ? (5)

Pada kajian hari ini menginjak ke hadits yang kelima, tentang hadits yang berkaitan dengan puasa dan ramadhan. Berkata Nabi SAW,

?? ????????? ??? ?? ??? ?????????? ?? ??? ?? ???? ?? ?????????? ??? (???? ??????? ???? ? ??????? ???????)?

Barang siapa memberikan buka (ifthar) kepada orang yang berpuasa, maka yang demikian baginya akan diberikan balasan sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi barang sedikitpun jua dari pahala orang yang berpuasa (yang diberikan kepadanya ifthar) (HR. Ahmad dan Tirmidzi dan dia adalah Shahih)

Suatu sore di sepanjang jalan kaliurang Jogjakarta, berjajar puluhan kendaraan, mereka mengantri untuk membeli sedikit makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Ada kolak pisang, ada es dawet, es buah, dan es campur, ada tempe goreng, tahu susur, ketela goreng (blanggreng bahasa Solo-nya, bahasa Jogjane, asli daku bener-bener lupa, ada yang bisa kasih tahu ?), pisang goreng, lumpia, mata kebo (sorry, susyah cari definisi dan gambarnya di Internet, gak punya potonya lagi), dah pokoknya tumplek bleg di sana semua ada. Orang berkerubutan untuk membeli, harga relatif murah, bisa menjadi pelepas dahaga dan lapar untuk berbuka puasa nanti.

Lain tempat, suasana sama, sore hari menjelang berbuka, seorang kawan pernah bercerita, di depan masjid, suasana ramai sekali, orang-orang menggelar meja sampai katanya mejanya jadi panjang banget, dan kemudian menggelar “dagangan” mereka, berbagai macam jenis makanan dan minuman ada di sana, mungkin suasananya mirip dengan JAKAL (Jalan Kaliurang) di jogja, tidak jauh beda, ada banyak penjual dan ada banyak pembeli. Yang menarik, di tempat itu, orang ramai-ramai mengajak orang lain untuk datang ke tempatnya, mereka berebut, YA !, mereka berbutan supaya orang-orang mau mampir ke tempat mereka untuk berbuka puasa dengan “dagangan” yang mereka bawa, dan yang menarik, semua GRATIS. Semakin banyak orang ke tempat si penjual tadi, semakin senanglah dia, semakin habis makanan yang dia bawa, semakin berbunga-bungalah dia. Tempat ini kata kawan saya, ada di salah satu kota suci kaum muslim di Saudi Arabia sana.

Interesting ! Dua hal yang “sepertinya” sama, tapi nilai di baliknya jauh berbeda. Tidak ada salah memang berjualan untuk menambah penghasilan di bulan Ramadhan, konon katanya sih untuk persiapan lebaran besok (halah puasa aja baru mulai dah mikir lebaran 😀), dan memang halal kok, ndak ada yang melarang. Sementara di fragmen yang kedua, juga pedagang, hanya mereka menjual dagangannya dengan cara berbeda. Bagi mereka, ajrun (pahala) orang yang berpuasa, jauh lebih banyak dan lebih besar dari pada sekedar pendapatan uang di dunia. Mereka berebutan untuk memberikan buka puasa kepada orang-orang yang sedang berpuasa, karena janji yang dijanjikan Alloh dan RosulNya sangat menggiurkan, sehingga dengan sepenuh kesadaran hati, mereka ramai-ramai memberikan buka puasa secara gratis.

Hadits di atas, nampaknya harus mulai kita perhatikan dan coba dijalankan, * pikiran nakal * : “siapa tahu puasaku pahalanya kurang nih atau malah gak dapet, habis kebanyakan maksiat je walaupun di bulan ramadhan, siapa tahu gue bakal dapet gratisan pahala puasa nih, kan enak tuh :D, apalagi yang gue kasih buka puasa orang-orang yang shalih (insya Alloh), buktinya pada mau shalat berjama’ah ke masjid tuh …“, tentu kita jangan sampai punya pikiran nakal seperti itu. Setidaknya kita berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita, salah satunya adalah dengan memberikan buka puasa.

Tapi sebenarnya yang jualan (bener-bener jualan) makanan dan minuman buka puasa pun juga oke-oke saja, lagi-lagi * pikiran nakal * : “ah, ngapain ngasih buka buasa ke mereka, tidak ada jaminan mereka berpuasa dengan bener, udah gue rugi ngasih buka puasa gratis ke mereka, eh merekanya gak dapet pahala puasa, karena kebanyakan maksiat di ramadhan, rugi bandar kan ! 😛, makanya mending kujual aja, lumayan buat nambah tabungan, sebagian malah bisa kuinfaq-kan“, toh tidak ada larangan untuk berdagang makanan saat ramadhan kan ? :)

Wallahu A’lam …
– Akhukum fillah, M. Andri Setiawan –

Switch to our mobile site