-
Minta maaf sebelum Ramadhan memang baik, hanya kita perlu hati-hati
26 CommentsBanyak sekali email yang kuterima, maupun orang yang memposting di blog-nya berisi ucapan permintaan maaf menjelang Ramadhan, dan tidak lupa mencantumkan kalimat-kalimat ini :
“Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali.
Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,”
jawab Rasullullah.Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.Membaca hadits itu, wow….ngeri sekali rek. Maka kemudian kutelusuri, adakah hadits yang periwayatannya memang seperti ini, maka ternyata kemudian kutemukan hadits lain yang mirip, redaksinya seperti ini:
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya :
“Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata :
‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.
Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani
??? ??? ???? ???? ???? : ? ????? ????? ???? ?????? ?? ???? ??? ????? ???? ??? ???? ?? ????? ????? ?????? ???? ?? ???? ???? ????? ???? ???????? ?? ???? ?? ????
Berkata Nabi SAW, telah datang jibril dan dia berkata, Wahai Muhammad, barang siapa menemui bulan Ramadhan dan kemudian mati dan tidak diampuni (dosanya), maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka dan Alloh akan mengabaikannya (jauh darinya ??), katakan Amin, maka aku berkata Amin. [HR. Thabrani dari Jaabir] – ini terjemahan bebas dariku, kalau salah tolong dikoreksi, soalnya dapet haditsnya di website arab, so no terjemahan -
Nah, sampai dengan saat ini, belum pernah kutemukan riwayat hadits yang pertama (kalau itu betul-betul hadits – kalau ada yang nemuin, tolong saya dikasih tahu ya !), dan kepada rekan-rekan sekalian, berhati-hatilah ketika hendak memforward email/posting, siapa tahu anda justru turut serta menjadi “tersangka” penyebar HOAX, dan ini HOAXnya lebih parah, memalsukan hadits Nabi SAW. Padahal ancaman pemalsu hadits nabi tuh berat sekali, berhati-hati tentu menjadi suatu hal utama disini.
But, anyway, kalau mau maaf menjelang Ramadhan menurutku sih oke-oke saja, hanya saja jangan sampai kita mengharuskan diri kita untuk meminta maaf sebelum Ramadhan, kalau tidak maaf, khawatir puasanya tertolak. Karena sebenarnya perbuatan maaf-memaafkan (jauh lebih utama memaafkan loh dari pada minta maaf
- Ciri orang bertaqwa: Berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan manusia) adalah perbuatan yang baik. Kapan pun bisa kita lakukan, tidak perlu menunggu momen sebelum Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri. OK!Sebelumnya, bagi terutama yang kenal dengan saya, saya telah memaafkan segala kesalahan antum sekalian, juga dengan ini saya mohon maaf untuk semuanya, saya banyak khilaf dan salah. Semoga Alloh memudahkan kita untuk banyak beramal dan beribadah di Ramadhan ini. Aamin.
- Tulisan ini bukan bermaksud mendiskreditkan budaya maaf-memaafkan menjelang Ramadhan, tapi lebih memberi penekanan agar kita berhati-hati ketika hendak memforward sesuatu, jangan sampai memforward tanpa kita klarifikasi/periksa terlebih dahulu, siapa tahu ternyata HOAX atau Hadits palsu, dan jangan sampai kita mengharuskan sesuatu yang Nabi SAW tidak pernah memerintahkannya -
Published on September 23, 2006 · Filed under: Uncategorized;
26 Responses to “Minta maaf sebelum Ramadhan memang baik, hanya kita perlu hati-hati”
-
setujuhhhhhh…
aku yo bingung…kuwi keto’e kok muncul akhir2 ini. jamanku SD ra usum je maapa2an pas meh poso. -
sepakat ama kamu. ak juga paling ga suka dengan asal forward email hoax. lebih kesel lagi kalo si pemforward merasa itu bukan suatu kesalahan.
yg ak paling kesel dari email maaf-memaaf ini ya… pie yo… ya kalo mau kirim email ya boleh2 saja. tapi kalo harus ada gambar ukuran besar yang saling diforward kesana kemari… ya ampuuuuun inboxku jadi penuh email ukuran besar (yang sama)… kalo internetku dial up atau dibatasin bandwith kan bisa tobat ituh. -
alit said on September 24th, 2006 at 3:30 pm
hoax emang bikin hueks … tega banget yg ngebikin hoax
-
madbud said on September 24th, 2006 at 4:31 pm
Hadis pertama tidak masuk akal. Apa hubungannya ibadah romadhan dengan maaf memaafkan? Apakah tarawih tak akan diterima kalau kita belum dimaafkan orang lain?
Yang satu urusan sama Gusti Allah dan yang lain urusan sama manusia.Hadis2 ttg ramadhan banyak yang palsu. Cirinya mudah, tidak masuk akal dan terlalu mengobral pahala gombal.
Hadis pertama tidak ada hubungan analogi dengan hadis kedua dan ketiga.
Salam
madbud
-
Dhika said on September 24th, 2006 at 4:33 pm
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan

mengenai maap2an memang nampaknya bukan sunnah, lebih lengkapnya mungkin bisa dibaca di:
http://www.eramuslim.com/ust/shm/45109597.htm -
embun dinda said on September 25th, 2006 at 12:57 pm
di kantor dinda moment maaf-maafan juga untuk makan-makan

Tapi tetap ada Tausiyah-nya lho…
Btw keep on spirit Ramadhan! -
tata said on September 28th, 2006 at 11:56 am
‘Hadits’ itu dikutip di Fadhail Amal, Maulana Khandlavi (Panduan Saudara-Saudara kita di JT). Kebetulan ada yang bacain di mushola pas bagian virtues of Ramadhan. Kedudukan haditsnya perlu ditelusuri lebih lanjut.
-
Ladalahhh …. Jadi harus belajar dan belajar lagi nih. dimmana ya situs yang mengkaji secara detail dan mendalam tentang Qur’an dan hadist? tapi yg Indonesian language ( aku isih bodo karo language liyane ).
Trimakasih
Kanung
olwiskelolahatidibulanramadhanini -
trinur said on September 15th, 2007 at 1:12 pm
klo aku pribadi boleh coment sih, kenapa nggak minta maaf sebelum bulan ramadan.walaupun hal itu misalnya blom da dalil yang jelas tapi hal itu sangat baik dilakukan.klo memng blom da hadist yang jelas tolong untuk di carikan dan kemudian di publikasikan…… jadi saya berharap tradisi yang baik semacam itu jangn di tentang… masih bnyk hal2 yang harus kita benahi…OK
-
Teddy said on September 15th, 2007 at 2:10 pm
menurut saya sih mas andri bukannya pengen ngilangin (ato malah menentang) tradisi minta maap sebelum puasa. Cuman ya itu tadi, jangan sampai tradisi minta maap ini jadi beban buat orang yang pengen puasa, takut puasanya ga diterima gara2 blon minta maap. Lagian setau saya pahala puasa itu kan ga ada aturannya (maksudnya g ada ketentuan puasa gimana yang bakal diterima Allah SWT mana yang nggak, semuanya misteri ilahi hehe..). Minta maap ya minta maap aja, masa iya minta maap niatnya biar puasa diterima ma Allah SWT, kan aneh, jadi melenceng makna minta maapnya.
eniwei, kl buat saya pribadi sih hoax2 (kalo bisa disebut hoax, karena nggak meminta untuk diforward) ky gitu ga ada maksud apa2. Kan udah kebiasaan kalo mo ngirim sesuatu yang berbau2 ucapan kudu dilengkapi ama pemanis (baca: puisi, kutipan de el el). So, gimana kita nanggapinnya ajah.. uhm, met puasa semuanya.. maapin saya ya…
-
Eksan said on August 28th, 2008 at 8:06 am
Saya juga bingung dengan ke-sohihan sunnah itu. “Abaikan puasa umat Muhammad” itu sungguh2 serius. Bermaaf maafan itu kan dilakukan di hari Idul Fitri, bukannya menjelang bulan Romadan. Selain itu, kalau memang kita merasa bersalah pada seseorang (orang tua, istri/sumai, tetangga dll), alangkah baiknya kita segera minta maap. Jangan menunggu nunggu sampe mau masuk bulan Romadan segala. Kalau memang ada hadis yg mengatakan demikian diatas, mohon sebutkan secara lengkap dan rinci sumbernya supaya tidak menyesatkan. Apalagi hal ini membawa bawa nama Rasulullah SAW, junjungan kita semua.
-
[...] ancaman pemalsu hadits nabi tuh berat sekali, berhati-hati tentu menjadi suatu hal utama disini.1 Andri Setiawan, [...]
-
satu lagi tulisan bermutu dari mas Andri… tetep produktif nggih mas… ^_^
-
“Tradisi” Meminta Maaf Sebelum Ramadhan… Adakah Tuntunannya..? « Sebuah Catatan Kecil said on August 31st, 2008 at 5:43 pm
[...] cari disana-sini via inet tapi… udah banyak ngebahas kalo hadits itu tidak ada… seperti disini, disitu ato disono. Saya malah dapet mp3 kajian yang bahas masalah ini… dan hasilnya [...]
-
Rudy said on September 1st, 2008 at 11:00 am
Setuju Mas andri !!, kita harus berhati-hati dlm bertindak. Pokoknya Panduan kita harus pada Al-Qur’an dan hadits. bermaafan memang baik dan dianjurkan dlm hidup beragama dan bermasyarakat.
-
chyee said on September 3rd, 2008 at 12:35 am
Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.“jd mnrt anda,
hadist ini palsu yha ?
sy bc blog tmn2 yg laen,,
byk yg blg it palsu..
bnr g yah ? -
[...] memang sudah ada beberapa orang yang membahas di blognya masalah ini. Dan dari blog berikut : http://andri.cisco.or.id/blogs/ gw yakin kalau hadist ini memang benar-benar [...]
-
reza said on September 30th, 2008 at 1:41 pm
HOAX!!!
Berhati-hati lah terhadap penyebaran amalan ‘aneh’ semacam ini, tidak sekedar cukup terkena sanksi hadits palsu, bisa-bisa juga menjadi bid’ah suatu saat nanti
Beberapa hadits yang mengisyaratkan perlunya kita berhati-hati dan cermat:
“Barangsiapa berdusta atas namaku (Rasulullah) maka siapkanlah tempatnya di neraka”
“Berhati-hatilah terhadap perkara baru (dalam agama), karena setiap yang baru adalah bid’ah, setiap bid’ah itu adalah sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka”
Bedakan antara syiar keutamaan amaliyah dan syiar amal berlebih2an yang tidak disyariatkan.
Coba diingat2 lagi ke belakang (mungkin 10 atau 15 tahun ke belakang, sekitar tahun 90-an).
Seingat saya, “tren” maaf2an sebelum bulan ramadhan baru muncul sekitar 5-10 tahun terakhir saja -
budi said on August 23rd, 2009 at 8:33 pm
Bagaimanapun minta maaf sebelum puasa adalah sangat baik , sebab bulan Romadhon adalah bulan penuh ampunan dari Allah SWT. Bagaimana Allah SWT akan mengampuni dosa kita jika kita sesama manusia tidak mau saling memaafkan. Berarti hati kita belum bersih, padahal syarat minta ampun kepada Allah salah satunya adalah hati yang bersih dari segala sifat yang buruk , termasuk tidak mau minta dan memberi maaf. dan semoga bisa menambah wawasan….amin.
-
budi said on August 23rd, 2009 at 8:34 pm
agaimanapun minta maaf sebelum puasa adalah sangat baik , sebab bulan Romadhon adalah bulan penuh ampunan dari Allah SWT. Bagaimana Allah SWT akan mengampuni dosa kita jika kita sesama manusia tidak mau saling memaafkan. Berarti hati kita belum bersih, padahal syarat minta ampun kepada Allah salah satunya adalah hati yang bersih dari segala sifat yang buruk , termasuk tidak mau minta dan memberi maaf. dan semoga bisa menambah wawasan….am
-
milasrun said on August 29th, 2009 at 4:08 pm
Budaya minta maaf itu memang baik. Walaupn tdk ada dalil yg mengaturnya. Tapi yg perlu diingat, jgn sampai budaya tsb lbh didulukan dr pd sunah dan kewajibn menjelang ramadan. Apalagi sampe nyebarin hadits palsu. Perlu dicatat juga, kebanyakan para peminta maaf, tdk sunggh2 dl mengamlkn sunnah2 romadon.
-
dayat said on October 9th, 2009 at 9:09 pm
waduuuuh simbaaaaah…kepripun niki pasa kula wingi,di tampa kersane Gusti Alla mboten nggih…kula niki wong agamane awam,lha kok ujug2 ana hadits kaya gitu…aku njur piye iki mendalami agama nek ngene ki,,,,binguuuuung mbahhh…ampuuuun deh
-
gwen said on February 27th, 2010 at 4:36 pm
ampuuuuuuuuuuuuuuuun,,, ampuuuuuuuuuuuuuuuuun,, ampuuuuuuun emaaaaaaaaaaaaaaaaaaak,,, (^^,)v
-
mawool said on August 5th, 2010 at 5:47 pm
izin posting gan…
-
tri said on August 8th, 2010 at 10:15 pm
nice posting.
ijin share dgn link-nya, insyaAllah manfaat.. jazakallah -
Setuju Mas andri !!, kita harus berhati-hati dlm bertindak. Pokoknya Panduan kita harus pada Al-Qur’an dan hadits. bermaafan memang baik dan dianjurkan dlm hidup beragama dan bermasyarakat.









Komentar Terbaru