Archive for September 2006

Hadits-hadits berkaitan dengan puasa … (2)

Sesuai dengan yang saya janjikan sebelumnya, ini posting kedua hadits tentang masalah puasa:

?? ??? ????? ?? ???? ????, ???? ???? ???? ?? ????????? ????? ????? ????? – ???? ??????? ????

Barangsiapa yang berpuasa pada satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan (HR. Ahmad)

Hadits ini masih berkaitan erat dengan hadits yang telah diberikan di posting sebelumnya. Makna dari Allah akan menjauhkan wajahnya tidak ubahnya sebagaimana perisai. Anggap saja perisainya sangat tebal, yakni perisai dengan ketebalan 70 tahun perjalanan.

Wallahu a’lam, apakah 70 tahun yang dimaksud adalah 70 tahun uikuran bumi atau ukuran akhirat. Ketika kita berbicara ukuran akhirat, jika merujuk kepada surat As Sajdah ayat 5, maka kita dapatkan bahwa satu hari setara dengan 1000 tahun. Masalahnya, berapa ya satu tahunnya akhirat? Apakah 365 hari juga 😀

But, anyway, hal tersebut bukan perkara terpenting, yang jauh lebih penting adalah perlindungan yang diberikan oleh Allah SWT dari neraka karena puasanya di jalan Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi SAW menjelaskan panas di dunia yang “hanya” 1/70 panas neraka, dan dalam riwayat yang dijelaskan oleh Imam Muslim, bahwa batu yang dilempar ke neraka, selama 70 tahun batunya belum sampai ke dasar. Sulit kebayang kan? Betapa “hebatnya” neraka, maka sungguh berpuasa fii sabilillah akan melepaskan kita dari jilatan api neraka yang sangat dahsyat tadi.

Wallahu a’lam
Akhuku fillah – M. Andri Setiawan –

Hadits-hadits berkaitan dengan puasa

Insya Alloh mulai hari ini (diusahakan) setiap hari, bakal kuposting hadits-hadits berkaitan dengan puasa, yang kuambil dari Kitab Minhaajul Muslim, karya Syaikh Abu Bakar Al Jazaairi, juga kuberikan komentar terhadap hadits tersebut, kalau ada yang salah dengan terjemahannya, mohon dikomentari, maklum masih newbie bahasa arabnya. Semoga bermanfaat :) Sekaligus membiasakan diri dengan susunan keyboard arab nih 😀

(?????? ??? ?? ????? , ???? ????? ?? ?????? (???? ??????? ????

Puasa adalah perisai dari api neraka, sebagaimana dia adalah perisai bagi salah seorang di antara kalian dalam peperangan (HR. Ahmad)

Dari hadits ini, kita mendapatkan sebuah penjelasan bahwa puasa adalah sebagai perisai. Perisai hanya akan memberikan manfaat bagi penggunanya jika perisai itu utuh. Kalau perisai itu sudah berlubang-lubang tentu kemanfaatannya berkurang. Karena itu kita perlu menjaga “perisai” kita ini agar bisa dipakai menghadapi api neraka, dengan cara tidak “melubangi ” puasa kita dengan amalan-amalan yang tidak bermanfaat. Kita perlu melapisi perisai kita dengan lebih baik dengan memperbanyak ibadah selama kita shaum tentunya.

Wallahu A’lam…
– Akhukum Fillah, M. Andri Setiawan –

Memperbesar kapasitas Hard Disk di VMware

vmwarePernah dengar VMware kan? Bagi yang belum, VMware adalah suatu software virtualisasi PC dalam komputer kita. Sehingga kita seakan-akan memiliki dua buah PC, meski aslinya kita hanya punya satu buah PC. Software ini sangat bermanfaat, terutama bagi yang belajar Jaringan Komputer, kemanan, atau bagi yang ingin belajar sistem operasi lain tanpa khawatir masalah partisi hard disk.

Jadi dengan VMware, kita bisa install Linux di dalam Windows atau sebaliknya, kita bisa nginstall Windows di dalam Linux kita. Saya juga pernah ngetes MAC OS X Tiger di dalam VMware dengan komputer saya yang berbasis Windows. Udah dulu cerita VMwarenya, bagi yang tertarik lebih jauh silakan dibuka websitenya di http://www.vmware.com.

Nah bagi yang pernah install VMware, biasanya kita saat awal-awal membuat virtual machine yang baru, kita akan diminta menentukan ukuran Hard Disk yang hendak kita pakai. Biasanya saya akan mengeset dengan ukuran secukupnya, tidak terlalu besar, misal 2 GB. Saat kita melakukan instalasi, biasanya ukuran segini dah cukup untuk sekedar install sistem operasi dan aplikasi-aplikasi standar. Cuma seiring perjalanan waktu, biasanya kita akan segera kehabisan space HD kita karena kita ngeset terlalu kecil. Masalahnya, VMware tidak memungkinkan kita untuk memperbesar ukuran hard disk begitu sudah kita set sejak awal. Untuk itu perlu dilakukan trik, agar HD di VMware kita memiliki kapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan sistem operasi+aplikasi yang sudah terinstall sebelumnya karena harus membuat sistem yang baru.

Untungnya, VMware memungkinkan kita memiliki HD lebih dari satu, biasanya HD kita ada di 0:0 (primary, master), CD/DVD ROM di 0:1 (primary, slave), nah kita punya dua spare, yakni 1:0 (secondary, master), dan 1:1 (secondary, slave).

Untuk itu kita create HD baru di sistem yang sudah ada, melalui menu VMSettings (atau Ctrl-D) yang ada di VMware Workstation, kemudian pilih tombol Add, pilih menu untuk nambah Hard Disk, dan kemudian Create a new virtual disk. Tentukan jenisnya, boleh IDE (recommended) atau SCSI. Kemudian set ukuran yang kita inginkan. Selesai ! Kita sekarang punya hard disk yang baru. Next question? Untuk apa hard disk baru ini, yang kita inginkan kan memperbesar ukuran Hard Disk virtual yang sudah ada sebelumnya.

Untuk itu, kita butuh, Hiren’s Bootable CD. Saya ada linknya disini. Setelah kita burn ISO filenya, jadilah dia sebagai Bootable CD. Nah, nyalakan mesin virtual kita di VMware, pilih boot pertama adalah CD. Setelah dia Loading, pilih menu Disk Clone Tools, kemudian pilih Acronis True Image. Setelah dia nyala, pilih menu Disk Clone, kemudian Next, dan pilih cara manual. Tentukan source hard disk kita (tentunya hard disk lama dengan ukuran kecil), dan destinasi adalah hard disk baru yang ukurannya lebih besar. Setelah proses kloning selesai, kita setting kembali VMware kita, dan Hard Disk lama bisa kita pindah ke posisi, misal 1:1 (secondary, slave), dan hard disk baru diset 0:1 (primary, master). Done !

Sekarang hard disk baru kita yang memiliki ukuran lebih besar, telah memiliki sistem operasi+aplikasi yang sama persis dengan hard disk yang lama, hanya saja sekarang kapasitasnya jauh lebih besar, sehingga bisa diinstal sama aplikasi-aplikasi baru. Dan setelah ini, kita bisa membuang/mendelete Hard Disk yang lama.
Beberapa Capture screen-nya

hiren1?hiren2

hiren3.JPG hiren4.JPG

hiren5

Block MAC Address dalam jaringan supaya tidak bisa Internet

mac addressSebagai seorang admin jaringan, terkadang kita harus sedikit “kejam” kepada user yang menyalahgunakan jaringan internet untuk hal yang tidak-tidak, seperti akses pornografi, menyebarkan virus, atau melanggar peraturan dengan tidak boleh mengganti IP address sendiri.

Dalam jaringan yang kukelola, setiap alamat IP sudah dialokasikan sedemikian rupa kepada setiap pengguna dan telah dicatat. Tapi kadang-kadang tetap aja ada yang iseng mengganti-ganti IP dengan seenaknya. Akibatnya ketika kita ngeblok suatu blok alamat IP atau sebuah IP, dan dia ngganti IP addressnya, otomatis blok tadi jadi tidak berlaku lagi.

Untuk itu, kita perlu ngeblok MAC addressnya. MAC address adalah alamat fisik dari setiap kartu jaringan yang terkoneksi, dan bersifat unik. Artinya tidak ada yang sama setiap kartu jaringan di seluruh dunia ini. Gimana caranya?

Kita gunakan iptables yang ada dalam setiap mesin Linux yang kita jadikan Router/Gateway. Perintahnya seperti ini nih:

iptables -I PREROUTING -t nat -j DROP -m mac --mac-source AA:BB:CC:DD:EE:FF -p tcp --dport 80
iptables -I PREROUTING -t nat -j DROP -m mac --mac-source AA:BB:CC:DD:EE:FF

Perintah yang pertama, kita pergunakan untuk membatasi akses klien untuk browsing di Internet, karena port default untuk browsing adalah 80. Sementara, perintah kedua lebih “kejam” lagi kita sama sekali melarang user tersebut untuk mengakses jaringan di luar (Internet). So, dengan demikian walaupun si pengguna gonta-ganti IP address seenaknya sendiri, mereka tetep bakal tidak bisa Internet-an lagi.

ps: buat para client, makanya jangan bikin admin marah dengan tindakan usilmu itu 😀

Sahur…sahur…

sahurBagi yang tinggal di desa (apalagi desanya cukup religius), tentu suasana Ramadhan yang semarak bakal terasa. Setiap pagi ada ramai orang yang berseru…”Sahuuur….Sahuuuur”, malah dulu sempat ada Ring Tone sahur-sahur.

Kebiasaan ini ternyata menarik perhatian seorang anak kecil Melayu singapura. Membanjirnya siaran-siaran TV Indonesia di Singapura, cukup banyak mempengaruhi pula pandangan, bahasa, dari masyarakat Melayu sini. Nah salah satu yang membekas di pikiran si anak melayu ini adalah tentang kebiasaan di Indonesia yang membangunkan orang-orang untuk sahur dengan teriakan “Sahuuuur….sahuuuur”.

Dia sangat excited, dengan kegiatan itu. Sampai dia bilang ke ibunya, untuk menjual rumahnya yang di Singapura, untuk pindah ke Indonesia. Karena di sini suasana yang seperti itu sama sekali tidak pernah ditemukannya. Terbayang di matanya, suasana Ramadhan yang berbeza, yang tidak seperti di Singapura, yang ramai orang, ramai pula orang berjualan untuk berbuka puasa, dll.

Untuk tarawih saja di sini tidak bisa dengan mudah, apalagi bagi saya yang tinggal di daerah Jurong West, masjid yang terdekat di wilayah Jurong adalah Asy Syakirin di Jurong East, sehingga kita sholat tarawih di Kolong (void deck) dari HDB. Berbeda tentu saja rasanya dibanding sholat di masjid, tapi sama sekali tidak mengganggu kekhusyu’an dalam sholat kita (catt: orang melayu sini jarang menyebut sholat, tapi sembahyang), walau hanya di bawah kolong, tapi semangat nya cukup bagus.

Tak heran, ketika si Anak melihat TV suasana ramadhan di Indonesia, dia tanpa ragu berujar ke ibunya untuk menjual rumah dan pindah ke Indonesia (belum tahu padahal di Indo seperti apa…:)). Sekedar info, sebuah rumah HDB 3 kamar seluas kira2 110 meter persegi harganya kira 200ribu SGD (plus minus 1,2 Milyar Rupiah).

Sungguh, kenikmatan mendengar suara adzan bersahutan, ramai orang menyambut ramadhan, harus disyukuri, ketika kehilangan, barulah terasa…

Minta maaf sebelum Ramadhan memang baik, hanya kita perlu hati-hati

Banyak sekali email yang kuterima, maupun orang yang memposting di blog-nya berisi ucapan permintaan maaf menjelang Ramadhan, dan tidak lupa mencantumkan kalimat-kalimat ini :

“Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali.

Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,”
jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Membaca hadits itu, wow….ngeri sekali rek. Maka kemudian kutelusuri, adakah hadits yang periwayatannya memang seperti ini, maka ternyata kemudian kutemukan hadits lain yang mirip, redaksinya seperti ini:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya :

“Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata :

‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.

Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani

??? ??? ???? ???? ???? : ? ????? ????? ???? ?????? ?? ???? ??? ????? ???? ??? ???? ?? ????? ????? ?????? ???? ?? ???? ???? ????? ???? ???????? ?? ???? ?? ????

Berkata Nabi SAW, telah datang jibril dan dia berkata, Wahai Muhammad, barang siapa menemui bulan Ramadhan dan kemudian mati dan tidak diampuni (dosanya), maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka dan Alloh akan mengabaikannya (jauh darinya ??), katakan Amin, maka aku berkata Amin. [HR. Thabrani dari Jaabir] – ini terjemahan bebas dariku, kalau salah tolong dikoreksi, soalnya dapet haditsnya di website arab, so no terjemahan –

Nah, sampai dengan saat ini, belum pernah kutemukan riwayat hadits yang pertama (kalau itu betul-betul hadits – kalau ada yang nemuin, tolong saya dikasih tahu ya !), dan kepada rekan-rekan sekalian, berhati-hatilah ketika hendak memforward email/posting, siapa tahu anda justru turut serta menjadi “tersangka” penyebar HOAX, dan ini HOAXnya lebih parah, memalsukan hadits Nabi SAW. Padahal ancaman pemalsu hadits nabi tuh berat sekali, berhati-hati tentu menjadi suatu hal utama disini.

But, anyway, kalau mau maaf menjelang Ramadhan menurutku sih oke-oke saja, hanya saja jangan sampai kita mengharuskan diri kita untuk meminta maaf sebelum Ramadhan, kalau tidak maaf, khawatir puasanya tertolak. Karena sebenarnya perbuatan maaf-memaafkan (jauh lebih utama memaafkan loh dari pada minta maaf :) – Ciri orang bertaqwa: Berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan manusia) adalah perbuatan yang baik. Kapan pun bisa kita lakukan, tidak perlu menunggu momen sebelum Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri. OK!

Sebelumnya, bagi terutama yang kenal dengan saya, saya telah memaafkan segala kesalahan antum sekalian, juga dengan ini saya mohon maaf untuk semuanya, saya banyak khilaf dan salah. Semoga Alloh memudahkan kita untuk banyak beramal dan beribadah di Ramadhan ini. Aamin.

– Tulisan ini bukan bermaksud mendiskreditkan budaya maaf-memaafkan menjelang Ramadhan, tapi lebih memberi penekanan agar kita berhati-hati ketika hendak memforward sesuatu, jangan sampai memforward tanpa kita klarifikasi/periksa terlebih dahulu, siapa tahu ternyata HOAX atau Hadits palsu, dan jangan sampai kita mengharuskan sesuatu yang Nabi SAW tidak pernah memerintahkannya –

Switch to our mobile site