-
Hanya kepadaNya lah kita kan kembali
10 CommentsInnalillahi wa inna ilayhi rooji’uun
Malam hari ini, Jumat 25 Agustus 2006, kira-kira pukul 00.30 WIB ayahanda tercinta telah berpulang dipanggil kembali oleh Dzat yang menggenggam jiwa. Jam 11 malam waktu singapore (10 malam WIB), aku masih ngobrol via Skype dengan istriku, adik perempuanku satu-satunya juga mau nginap di rumah, dia baru chatting via YM dengan temannya. Tiba-tiba telpon dari ibu datang, bapak batuk-batuk dan tidak berhenti. Istri dan adikku segera berangkat menuju rumah bapak-ibu yang hanya 5 km dari rumahku.
Aku di sini cuma berharap-harap cemas, maklum sebelum ditinggal berangkat ke Singapore ini, bapak memang sudah sakit, kata dokter sih klep jantungnya bermasalah. Tapi tadi, waktu ngobrol sama istri, diberitahu, kemaren bapak sudah mendingan, sudah bisa sare dengan nyenyak, tidak lagi terganggu sekali dengan batuk.
Aku sms istri, jam 12an (jam 11 WIB), dibilang alhamdulillah, bapak dah diperiksa, insya Alloh ndak papa, lega rasanya, tapi tiba-tiba datang sms jam 01.47 dari istri, yang menyampaikan kabar bahwa ayahanda tercinta dipanggil kembali oleh yang memilikinya. Gemetar rasanya seluruh tubuh ini, aku hanya bisa menangis, ayahku tercinta telah berpulang (Allohummaj’alhu husnul khootimah).
Via internet, coba-coba booking internet, ternyata tidak bisa, waktu booking terlalu dekat dengan waktu keberangkatan. Robbi, mudahkanlah urusanku, insya Alloh pagi ini ditemenin akh tata, aku akan langsung ke Changi, cari tiket dari airport langsung. Ya Alloh…permudahkanlah…
Sedih, tidak bisa mendampingi ayahanda di saat-saat terakhirnya, adik yang satu juga ada di Jakarta, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ibu, tapi aku yakin, ibunda adalah orang yang tegar, Ya Alloh berikanlah kesabaran kepada ibundaku yang telah ditinggal oleh ayah.
Sesungguhnya, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, kesedihan, tangisan, dan air mata adalah hal yang wajar,? hatta Rasulullah SAW pun menangis ketika Ibrahim putranya meninggal, selama kemudian kita mengembalikan ini semua kepada Alloh SWT.
Ya Alloh, berikanlah segala kemudahan, karena sesungguhnya hanya Engkau Dzat yang mampu memberi kemudahan bagi hambaMu, Ya Alloh jadikanlah ayahandaku tercinta menjadi orang yang Engkau kasihi, matikanlah ia dalam keadaan husnul khotimah, jauhkanlah ia dari nerakaMu…
Allohumma fighrlahu…
Robbi fighrliy wa li walidayya warhamhuma kama robbaya ni soghiiron…
semoga nanti segera dapat tiket pesawat ke Jakarta, dan langsung bisa dapat tiket ke Jogja atau malah langsung jurusan Singapore-Solo..amiinPublished on August 25, 2006 · Filed under: Uncategorized;
10 Responses to “Hanya kepadaNya lah kita kan kembali”
-
acha said on August 25th, 2006 at 5:55 am
semoga ayah antm mendapat tempat terbaik di sisi-Nya…sabar ya…
-
Innalillahi wa innalilahi rojiun…
dari tanah kembali ketanah,
dari sang Pencipta kembali kepadaNya lah pula..saya turut berduka cita atas berpulangnya ayahanda tercinta ke sisi Allah SWT, semoga amal ayahanda diterima dan di ridhoi oleh-Nya.
amien…
-
QZoners said on August 25th, 2006 at 6:46 am
Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un…
Ana turut berduka cita atas musibah yang antum alami. Semoga Allah melimpahkan kesabaran dan menggantinya dengan yang lebih baik. Aamiin…
Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fuanhu…
-
Semoga semua keluarga yang ditinggal tabah; dan amal ibadah Ayahandanya dilipatgandakan pahalannya. Turut berduka, Anwar.
-
hanum said on August 25th, 2006 at 10:38 am
Innalillahi wa inna ‘ilaihi roo’jiun…Turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda. Semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, diterima segala amal ibadahnya. Amin.
-
septi said on August 25th, 2006 at 11:07 am
Innalillahi wa inna illaihi roji’un
Saya dan suami turut berduka cita atas meninggalnya ayah antum. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisiNYa, dan ALlah beri kesabaran serta kesabaran untuk ibunda dan keluarga antum. AMiiinnn
-
pyuriko said on August 25th, 2006 at 12:47 pm
Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji?un?.
Saya turut berduka cita ,… -
Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji?un?
turut berduka cita atas musibah yang sedang antum alami. semua yang ada di dunia ini pasti akan kembali pada yang memilikinya, Allah. tabah dan sabar itu adalah hiburan yang terbaik buat kita semuanya.
-
obel said on August 29th, 2006 at 11:53 pm
Sahabat…
semoga Allah senantiasa memberi kesabaran… -
Innalillahi wainna ilahi roji’un
Turut berbelasungkawa atas “kepergian” ayahanda tercinta..semoga Alloh berikan tempat di sisi-Nya. Aku juga sediiih one of my friend who lived in Singapore..Teh Inong… juga dipundhut Alloh tgl 1 kmrn. Msh muda, sehat, baik, 2 anak…:((









Komentar Terbaru