Dakwah Hub (HUB Da’wah) ?

Hub adalah salah satu perangkat dalam Jaringan Komputer yang berguna untuk menghubungkan antar segmen dalam jaringan. Dia bekerja di level fisik (layer pertama) dari model referensi OSI. Dengan adanya hub, maka CSMA/CD yang bertugas untuk mensharing medium (kabel, udara, fiber, dll) agar semua bisa terkoneksi dapat berjalan dengan baik. Hub bertugas mengkoneksikan setiap node agar terhubung dengan sebuah backbone utama dalam proses transmisi data.

Kata-kata HUB ini juga populer di Singapore (paling tidak Google mencatat sekitar 770,000 kata Hub di web site yang berasal dari Singapore). Singapura lagi giat membangun Hub. Dulu singapura hanya mengandalkan posisi geografisnya yang sangat strategis, sekarang Singapura betul-betul memikirkan kelangsungan negaranya kelak. Dia bikin perencanaan jangka panjang, liat saja dia bikin Islamic Financial Hub (karena orang-orang Arab mulai sulit nyalurin dana ke USA/North America dan Eropa, mereka ambil kesempatan besar ini) selain master plan Financial Hub yang sudah ada, kemudian ada sebagai Digital Exchange (Internet dan Game) – yang ini hampir semua upstream Internet dari Indonesia dari sini -, ada lagi Hub untuk bidang medis, Sports Hub, Teknologi Hub, dan masih banyak lagi hub-hub yang lain.

Untuk membangun hub-hub ini, mereka tidak segan-segan mengundang berbagai orang dari berbagai macam kalangan dan profesi untuk datang dan bekerja di sini. Bayarannya? Jangan ditanya, jelas besar. Dengan demikian, ke depan, Singapore akan berharap menjadi penguasa besar paling tidak di kawasan wilayah Asia Pasifik.

Bicara HUB, dakwah pun harusnya berbicara masalah ini pula. Kalau kita ingin memenangkan hati umat, maka kuncinya adalah bagaimana umat bisa merasakan keamanan (al amnu), kesejahteraan (ar rofahiyatu) dan keadilan (al ‘adalatu). Nah problemnya gimana tuh supaya dakwah bisa mewujudkan hal-hal itu di tengah masyarakat? Karena itulah dakwah perlu menjadi hub, tidak mungkin keamanan tercapai kalau dakwah tidak memiliki unsur-unsur yang bertanggung jawab memberi keamanan, so PR dakwah adalah bagaimana menjadikan person-person yang berurusan dengan keamanan memiliki sense of Islam / da’wah yang baik, kemudian mewujudkan kesejahteraan, maka dakwah pun harus membuat sebuah HUB agar unsur-unsur kesejahteraan tercapai, membangun jaringan mulai tingkat produksi sampai distribusi, dakwah membangun HUB di tingkat researcher dan engineer, kemudian di tingkat produsen dan pembina, jalur-jalur perdagangan (jadi ingat pelajaran sejarah jalan sutra), dan jika hendak mewujudkan keadilan, maka HUB di bidang hukum, pemberantasan korupsi, penegakan peraturan, dll pun harus menjadi pekerjaan dari dakwah ini.

Keliatannya berat? memang iya, makanya Hasan Al Banna mengatakan waktu yang tersedia dibanding ama pekerjaan dakwah memang tidak mencukupi, tapi Alloh kan juga sudah menjanjikan, kalau bakal menolong siapa-siapa yang menolong Agama-Nya..

be prepare for da’wah hub, and be one of the participants

  1. Qzoners says:

    Wah… daftar ah didalam barisan HUB dakwah. Sementara ini kontribusi ana baru bikin beberapa forum diskusi salah satunya untuk blogger muslim. silahkan antum bergabung juga di http://muslimblogger.co.nr

  2. jeng luluk says:

    sampun dipun link ;), paaaakkkk

  3. Andri says:

    nuwun deh 😉

  4. ulin says:

    boleh nimbrung ngopy artikelnya nggak? (^_^)

  5. anh anh anh anh ini mendidik ^^ weQ…..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site