Archive for August 2006

Hanya kepadaNya lah kita kan kembali

Innalillahi wa inna ilayhi rooji’uun

Malam hari ini, Jumat 25 Agustus 2006, kira-kira pukul 00.30 WIB ayahanda tercinta telah berpulang dipanggil kembali oleh Dzat yang menggenggam jiwa. Jam 11 malam waktu singapore (10 malam WIB), aku masih ngobrol via Skype dengan istriku, adik perempuanku satu-satunya juga mau nginap di rumah, dia baru chatting via YM dengan temannya. Tiba-tiba telpon dari ibu datang, bapak batuk-batuk dan tidak berhenti. Istri dan adikku segera berangkat menuju rumah bapak-ibu yang hanya 5 km dari rumahku.

Aku di sini cuma berharap-harap cemas, maklum sebelum ditinggal berangkat ke Singapore ini, bapak memang sudah sakit, kata dokter sih klep jantungnya bermasalah. Tapi tadi, waktu ngobrol sama istri, diberitahu, kemaren bapak sudah mendingan, sudah bisa sare dengan nyenyak, tidak lagi terganggu sekali dengan batuk.

Aku sms istri, jam 12an (jam 11 WIB), dibilang alhamdulillah, bapak dah diperiksa, insya Alloh ndak papa, lega rasanya, tapi tiba-tiba datang sms jam 01.47 dari istri, yang menyampaikan kabar bahwa ayahanda tercinta dipanggil kembali oleh yang memilikinya. Gemetar rasanya seluruh tubuh ini, aku hanya bisa menangis, ayahku tercinta telah berpulang (Allohummaj’alhu husnul khootimah).

Via internet, coba-coba booking internet, ternyata tidak bisa, waktu booking terlalu dekat dengan waktu keberangkatan. Robbi, mudahkanlah urusanku, insya Alloh pagi ini ditemenin akh tata, aku akan langsung ke Changi, cari tiket dari airport langsung. Ya Alloh…permudahkanlah…

Sedih, tidak bisa mendampingi ayahanda di saat-saat terakhirnya, adik yang satu juga ada di Jakarta, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ibu, tapi aku yakin, ibunda adalah orang yang tegar, Ya Alloh berikanlah kesabaran kepada ibundaku yang telah ditinggal oleh ayah.

Sesungguhnya, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, kesedihan, tangisan, dan air mata adalah hal yang wajar,? hatta Rasulullah SAW pun menangis ketika Ibrahim putranya meninggal, selama kemudian kita mengembalikan ini semua kepada Alloh SWT.

Ya Alloh, berikanlah segala kemudahan, karena sesungguhnya hanya Engkau Dzat yang mampu memberi kemudahan bagi hambaMu, Ya Alloh jadikanlah ayahandaku tercinta menjadi orang yang Engkau kasihi, matikanlah ia dalam keadaan husnul khotimah, jauhkanlah ia dari nerakaMu…

Allohumma fighrlahu…
Robbi fighrliy wa li walidayya warhamhuma kama robbaya ni soghiiron…

semoga nanti segera dapat tiket pesawat ke Jakarta, dan langsung bisa dapat tiket ke Jogja atau malah langsung jurusan Singapore-Solo..amiin

“Senjata” orang Singapura

Belum bisa dikatakan orang Singapura jika belum membawa “senjata” khas orang Singapura. Dua “senjata” ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan letak Singapura yang terletak di dekat garis Ekuator serta kondisi transportasi di sini.
Kedekatan dengan ekuator ini membuat Singapura mendapat sinar matahari terus sepanjang tahun, maka tidak heran jika cuaca di sini sangat panas, orang Jawa bilang “Oalaah….puanase ra njamak-jamak“. Masih ingat pelajaran SD? Panas ini menyababkan air laut menguap, air laut menguap, dan kemudian berkumpul menjadi awan. Awan ini kemudian akan menyebabkan hujan. Nah di singapore ini, hujan sangat tidak dinyana-nyana, keliatannya sih mendung sekali, eh tahunya tiba-tiba jadi panas, kebalikannya, keliatannya panas, eh tahu-tahu hujan. So, senjata pertama mereka adalah payung. Apalagi di Singapore, hujan turun sepanjang tahun, ndak kenal musim (ini kata orang sini sih, belum buktiin).
Kemudian yang kedua, karena most of Singaporean menggunakan Mass Rapid Transport System (di sini namanya SMRT), sehingga untuk mencapai destinasi, mereka bakal sering jalan kaki, setelah turun dari stasiun maupun di bus stop. So, jalan kaki pastinya nguras tenaga dong, makanya ndak heran, kalau kemana-mana mereka bakal bawa yang namanya botol air, dan diisi at least dengan air putih lah.
Nah dua senjata ini sangat bermanfaat sekali ketika kita travelling di Singapore ini, mau jalan kemana-mana tidak perlu khawatir kehausan, kalau hujan tiba-tiba datang, kita tidak perlu khawatir, bisa tetep melanjutkan perjalanan karena payung ada bersama kita.

Including me, now in my backpack, I never forget to bring those two “weapons” 😀
Happy travelling in Singapore

Dakwah Hub (HUB Da’wah) ?

Hub adalah salah satu perangkat dalam Jaringan Komputer yang berguna untuk menghubungkan antar segmen dalam jaringan. Dia bekerja di level fisik (layer pertama) dari model referensi OSI. Dengan adanya hub, maka CSMA/CD yang bertugas untuk mensharing medium (kabel, udara, fiber, dll) agar semua bisa terkoneksi dapat berjalan dengan baik. Hub bertugas mengkoneksikan setiap node agar terhubung dengan sebuah backbone utama dalam proses transmisi data.

Kata-kata HUB ini juga populer di Singapore (paling tidak Google mencatat sekitar 770,000 kata Hub di web site yang berasal dari Singapore). Singapura lagi giat membangun Hub. Dulu singapura hanya mengandalkan posisi geografisnya yang sangat strategis, sekarang Singapura betul-betul memikirkan kelangsungan negaranya kelak. Dia bikin perencanaan jangka panjang, liat saja dia bikin Islamic Financial Hub (karena orang-orang Arab mulai sulit nyalurin dana ke USA/North America dan Eropa, mereka ambil kesempatan besar ini) selain master plan Financial Hub yang sudah ada, kemudian ada sebagai Digital Exchange (Internet dan Game) – yang ini hampir semua upstream Internet dari Indonesia dari sini -, ada lagi Hub untuk bidang medis, Sports Hub, Teknologi Hub, dan masih banyak lagi hub-hub yang lain.

Untuk membangun hub-hub ini, mereka tidak segan-segan mengundang berbagai orang dari berbagai macam kalangan dan profesi untuk datang dan bekerja di sini. Bayarannya? Jangan ditanya, jelas besar. Dengan demikian, ke depan, Singapore akan berharap menjadi penguasa besar paling tidak di kawasan wilayah Asia Pasifik.

Bicara HUB, dakwah pun harusnya berbicara masalah ini pula. Kalau kita ingin memenangkan hati umat, maka kuncinya adalah bagaimana umat bisa merasakan keamanan (al amnu), kesejahteraan (ar rofahiyatu) dan keadilan (al ‘adalatu). Nah problemnya gimana tuh supaya dakwah bisa mewujudkan hal-hal itu di tengah masyarakat? Karena itulah dakwah perlu menjadi hub, tidak mungkin keamanan tercapai kalau dakwah tidak memiliki unsur-unsur yang bertanggung jawab memberi keamanan, so PR dakwah adalah bagaimana menjadikan person-person yang berurusan dengan keamanan memiliki sense of Islam / da’wah yang baik, kemudian mewujudkan kesejahteraan, maka dakwah pun harus membuat sebuah HUB agar unsur-unsur kesejahteraan tercapai, membangun jaringan mulai tingkat produksi sampai distribusi, dakwah membangun HUB di tingkat researcher dan engineer, kemudian di tingkat produsen dan pembina, jalur-jalur perdagangan (jadi ingat pelajaran sejarah jalan sutra), dan jika hendak mewujudkan keadilan, maka HUB di bidang hukum, pemberantasan korupsi, penegakan peraturan, dll pun harus menjadi pekerjaan dari dakwah ini.

Keliatannya berat? memang iya, makanya Hasan Al Banna mengatakan waktu yang tersedia dibanding ama pekerjaan dakwah memang tidak mencukupi, tapi Alloh kan juga sudah menjanjikan, kalau bakal menolong siapa-siapa yang menolong Agama-Nya..

be prepare for da’wah hub, and be one of the participants

Arsitektur di Singapura memang “Tiada Dua”nya

Beberapa hari ini diriku baru sering jalan-jalan memutari singapura, sekarang semua penjuru Singapura (West, East, North, South) semuanya sudah pernah kukunjungi, at least via MRT lah. Nah di beberapa tempat yang aku kunjungi itu, biasanya aku pasti nyempatin untuk memfoto beberapa scenery alias pemandangan sekitar sana.

Benar kata akh Radon, Singapur ini paling banter kita bakal merasa terkejut alias surprise, dan nyaman untuk jalan-jalan paling banter cuma 1 bulan, habis itu bosen. Dan perjalananku membuktikan perkataan dia benar adanya.

Setiap tempat yang aku datangi, semuanya nampak sama, nggak peduli West, East, South, maupun North, setiap kali turun dari MRT, it just look the same. Semuanya sama persis, nggak ada bedanya broer. HDB di mana-mana nampak sama. Keluar dari Boon Lay, ketemunya HDB, keluar dari Pasir Ris, ketemunya HDB, keluar dari Toa Payoh ketemunya HDB, keluar dari Sengkang ketemunya HDB, keluar dari Yio Chu Kang ketemunya HDB, pokoknya keluar dari mana aja, pasti ketemunya HDB, dan yang bikin “stres” semua bentuknya sama persis.

Makanya aku bilang di judul tulisan ini, Arsitektur di Singapura memang “Tiada Dua”nya, ya jelas tiada duanya, lha wong cuma ada satu. Kotak dengan variasi minimal, tinggi berkisar 10-12 lantai, warna kalau ndak Merah Bata, Kuning Cerah, Hijau Muda, pokoknya satu Singapura seragam deh.

So mungkin profesi arsitektur (yang menonjolkan keindahan bangunan) barangkali ndak terlalu dibutuhkan di sini, soalnya sudah ada blue print untuk semua bangunan. No need to design again lah, it waste your time dude.
Becanda..becanda.. 😀

Nyobain mainan baru

Lagi nyobain mainan baru, program untuk mengconvert dari Image ke teks, seperti terlihat dibawah, ada gambar yg kemudian digenerate dari karakter-karakter ASCII untuk nampilin seperti image. Hasilnya kaya gini:

p.small { line-height: 0.2cm; font-size: 2px }

yah sayang, browsermu gak dukung :<br />
ada yang ingat siapa dia ? 😀

17-an…

Well, it’s been a long time ago the last time I have an independece day ceremony, malah aku lupa kapan ya? Apa waktu masih SMA (kelas 2) atau saat KKN (KKNku Juli-Agustus 2001), tapi yang jelas hari ini dengan semangat membaja, dibela-belain berangkat ke KBRI sejak jam 8 pagi (jam 7 waktu Indo Barat) dari Boon Lay naik MRT ke Redhill, diteruskan naek Bus 132 turun di Tanglin Rd terus jalan ke Chatsworth Rd.

Tujuannya sih bukan ikutan upacara, tapi pingin makan-makan, konon katanya sih makanan Indonesia. Tapi, karena acaranya dimulai dari upacara ya udah ikut upacara dulu. SURPRISE ! Begitu masuk ke KBRI kok banyak Jaket Almamater UGM, heran deh, kok bisa-bisanya banyak anak UGM, usut punya usut, ternyata mereka mahasiswa Arsitektur UGM 2004, yang lagi KKA (Kuliah Kerja Arsitektur), gile bener, buat acara gini aja perginya ke Malay ama Singapore…betul-betul anak-anak UGM sekarang kaya-kaya.

Kembali ke cerita, upacara yang cukup panas, untung bawa handuk (dicatat, Handuk, bukan Sapu Tangan), keringatku menetes dengan deras. Untungnya lagi, tidak ada acara Amanat Pembina Upacara, wah bisa semaput deh. Beberapa catatan saat upacara:
1. Pembina upacara datangnya telat
2. Tontinya lumayan, ada 3 banjar, isi 12 orang (kaya rokok aja :-))
3. Model upacaranya, kaya upacara Militer
4. Aku lupa sila ke 4 dari Pancasila (pas dibacain sambil ingat-ingat, kukira Kerakyatan yang dipimpin oleh … ternyata Kedaulatan yang dipimpin oleh …) hue..hue..
5. Pembukaan UUD ternyata aku masih ingat (kereeen !) kira-kira 80% isinya
6. Teks proklamasinya dibaca sama yang membawa, 17 Agustus tahun 1945, btw bukannya teksnya isinya 17-08-05 (versi baru diganti 45), yang kalau gak salah di teks asli ditulis Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
7. Semua staf kedubes pake jas, sementara kita-kita bebas bajunya, malah ada yang pake baju CCCP – PALU ARIT – (Komunis bok !)
Abis itu, ndengerin anak-anak Sekolah Indonesia Singapura, cukup seru juga nyanyiin lagu-lagu “wajib”. jadi ingat masa-masa ospek SMA yang disuruh nyanyi-nyanyi gitu.

Tanah air..ku..tidak kulupakan…
Kan terkenang sepanjang hidupku…
Biar pun saya, pergi jauh…
Tidak kan hilang, dari kalbu…
Tanah …ku..yang…kucintai…
Engkau kuhargai…

Ya, sekali-kali menjadi warga negara yang baik, boleh lah ikutan upacara (emang kalau ndak ikut upacara bukan warga negara yang baik????), btw selama upacara kali ini, karena ndak pake tutup kepala (peci/topi), kita-kita gak ada hormat-hormatan, seneng? (maybe … wakakaka). Selesai upacara, foto-foto, kenalan sama pak Judi Prasetyo (muridnya Mr. Onno, beliau moderator IMAS – Indonesia Muslim Association, manajer perusahaan security jaringan, Infonet pa ya (hi..hi..bisa apply nih di sini…qkkqkq), terus makan.
Aku baru ndak pingin nulis yang berat, cuma pingin cerita aja, tadinya pingin ngangkat tema nasionalisme…tapi…ah..terlalu berat, sudah banyak yang membahas, aku baru cari ide, topik nasionalisme, tapi tidak dari sudut pandang yang biasa orang ungkapkan..

Semua foto-foto 17an ada disini…

Switch to our mobile site